Pelayanan Profesional.com weblog

Khotbah Jangkep Minggu, 24 Juli 2011
Pekan Biasa Ke Tujuh Belas (Hijau)

BERIKANLAH KAMI HATI YANG BIJAKSANA

Bacaan I : I Raja-raja 3 : 5 – 12 ; Tanggapan : Mazmur 119 : 129 – 136
Bacaan II: Roma 8 : 26 – 39 ; Bacaan III: Injil Matius 13 : 31 – 33; 44 – 52

 Dasar Pemikiran
Kasih Tuhan itu besar dan luar biasa, demikian juga janji Tuhan kepada umat pilihan-Nya pasti digenapi, karena janji Tuhan itu ya dan amin. Tuhan tidak pernah ingkar janji, senantiasa memberikan apa yang sudah diucapkan-Nya. Karena itu siapapun kita yang dipilih oleh Tuhan tentu Tuhan pasti menepati janji-Nya dan memperlengkapi seseorang itu sehingga seseorang itu dapat melakukan panggilan-Nya. Hal yang demikian itu juga berlaku bagi kita sebagai umat pilihan Tuhan. Sebagai umat pilihan Tuhan, tentu bukan sesuatu yang kebetulan, namun Tuhan memilih pasti dengan tugas dan rencana tertentu yang harus dijalani moleh setiap umat pilihan-Nya itu. Tuhan juga mempersilakan kita untuk meminta sesuatu kepada-Nya, oleh karena marilah kita sebagai jemaat dan umat pilihan Tuhan yang dipersilakan untuk meminta sesuatu kepada Tuhan meminta kepada-Nya sesuatu yang kita butuhkan untuk melakukan panggilan Tuhan itu. Kita juga yakin bahwa Tuhan pasti memberikan berkat yang kita butuhkan, sekalipun itu tidak kita minta. Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. Sikap, tindakan dan keyakinan seperti itu adalah wujud dari hati yang bijaksana. Karena itu marilah kita berdoa memohon kepada Tuhan, Tuhan berikanlah kami hati yang bijaksana !.

 Keterangan Tiap Bacaan

I Raja-raja 3: 5-12 (Berikanlah Hati Yang Bijaksana)
I Raja-raja 3:5-12 mengisahkan perjumpaan Salomo dengan Tuhan. Dalam suatu mimpi disuatu malam. Salomo ketika menjadi raja masih sangat muda, belum mempunyai banyak pengalaman, bahkan mungkin Salomo tidak mengira kalau ia harus menjadi raja Israel menggantikan Daud, ayahnya. Karena masih ada anak laki-laki yang dari isteri pertama Daud. Tetapi oleh kehendak Tuhan Salomolah yang dipilih untuk menggantikan Daud. Setiap kali Tuhan memilih seseorang untuk suatu tugas, tentu Tuhan memperlengkapi dengan bekal ketrampilan atau yang lain yang menunjang pelaksanaan tugas itu, hal yang demikian juga terjadi dalam diri Salomo.dalam mimpi itu Tuhan bertanya kepada Salomo, ”mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.” Melalui percakapan dalam mimpi itu, kita dapat mengerti bahwa :
Salomo yakin benar bahwa kasih setia Tuhan kepada Daud akan terus terwujud dan sekarang kasih setia Tuhan yang besar itu telah dinyatakan dalam dirinya sebagai pengganti Daud untuk menjadi raja di Israel.
Salomo yakin benar bahwa Tuhanlah yang mengangkat dirinya menjadi raja Israel.
Salomo dengan rendah hati mengakui akan keberadaan dirinya yang masih muda yang harus memikul tanggungjawab yang besar dengan menjadi raja bagi bangsa yang besar, yakni Israel.
Salomo meminta hal yang terpenting dalam tugasnya selaku raja, yakni dapat menimbang hal yang baik dan buruk dan dapat bertindak secara arif dan bijaksana. ”Berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara……”.
Ketika Tuhan mendengar permintaan Salomo yang seperti tersebut diatas, maka Tuhan melihat bahwa apa yang diminta itu sangat baik dan mendasar, maka Tuhanpun mengabulkan bahkan menambah dengan berkat-berkat yang lain dan yang besar.

Mazmur 119:129-136 (Teguhkanlah Langkahku)
Adalah sebuah iman yang besar dari Pemazmur bahwa Pemazmur mengakui dan meyakini bahwa hukum, ketetapan, dan peraturan Tuhan itu ajaib. Setiap orang yang setia terhadap itu semua akan menerima berkat tersendiri, bahkan melakukan kehendak itu menjadikan pemazmur hidup dan berpengharapan. Melalui bagian ini pemazmur mengajak kita semua sebagai umat Allah untuk setia pada Firman, ketetapan, hukum dan peraturan Tuhan, sebab dengan hal yang demikian akan dijauhkan dari kita segala tindakan yang jahat. Adalah suatu kesedihan jika orang tidak mau melakukan kehendak Tuhan itu.

Roma 8:26-39 Allah Turut bekerja Dalam Segala sesuatu
Surat Roma ditulis Rasul Paulus kira-kira tahun 56-57 di Korintus. Ketika menulis Surat ini Paulus belum pernah sampai ke Roma. Adapun tujuan Paulus menulis Surat Roma adalah:
 Berkenalan dengan Jemaat Roma, jemaat yang tidak didirikan oleh Paulus
 Paulus meminta dukungan doa dan dana untuk rencana Pekabaran Injil ke Eropa khususnya ke Spanyol (Ps. 15;24).
 Meminta dukungan doa syafaat sehubungan dengan konfrontasi Paulus denganh orang-orang Yahudi di Yerusalem (Ps. 15: 30-31)
 Meminta dukungan doa syafaat dari jemaat Roma sehubungan dengan ketidakpastian sikap jemaat Kristen Yerusalem terhadap bantuan yang dibawa Rasul Paulus dari jemaat-jemaat di Makedonia dan Akhaya (Ps. 15: 30-31).
 Meredakan perselisihan yang sedang terjadi di tengah jemaat Roma (Ps. 14: 1-15: 13).

Paulus menyadari sepenuhnya bahwa ia dipanggil menjadi rasul untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi, juga kepada bangsa Spanyol. Namun usaha Paulus ini berhadapan dengan tiga ancaman, yakni:
1. Orang-orang Yahudi: mereka semua menolak Paulus yang dianggap murtad. Oleh karena Paulus banyak orang bukan Yahudi yang masuk agama Yahudi akhirnya keluar dan menganut agama Kristen.
2. Orang-orang Kristen asal Yahudi: golongan ini menolak Paulus karena Paulus menentang sikap dan pandangan yang menempatkan orang Kristen Yahudi lebih unggul dan baik. Golongan ini ditentang Paulus karena masih memelihara tradisi Yudaisme dan Hukum Taurat.
3. Orang-orang Kristen bukan Yahudi: bagi golongan ini Israel sudah tidak lagi masuk hitungan. Melalui ajaran Paulus hendak ditunjukkan bagaimana hubungan PL dan PB. Ajaran Paulus yang seperti ini ditolak oleh golongan ini.
Khusus Roma 8:26-39 hendak menunjukkan kepada kita bahwa kondisi dan keberadaan kita sebagai manusia itu lemah. Roh itu berkehendak, namun daging itu lemah. Inilah ungkapan dari salah Firman Tuhan yang begitu indah bagaimana menunnjukkan kepada kita akan kelemahan yang dihadapi manusia. Disisi lain Firman ini hendak menunjukkan kepada manusia bagaimana kasih dan penyertaan Tuhan Allah dalam hidup kita. Dalam segala hal Allah tidak pernah jauh dan meninggalkan kita, namun sebaliknya Allah hadir dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan dan keselamatan kita. Melalui bacaan ini kita dapat mengerti bahwa :
 Roh Kudus senantiasa memberikan pertolongan kepada manusia sehingga bisa berdoa menurut kehendak Tuhan dan bisa memohon yang sesuai dengan kehendak Tuhan.
 Tuhan senantiasa menyertai manusia dalam segala keadaan untuk kebaikan bagi kita yang mangasihi-Nya.
 Manusia didalam Tuhan Yesus sudah diangkat menjadi anak-anak Allah yang menjadi ahli waris Kerajaan Sorga.
 Tidak akan ada kekuatan apapun yang dapat memisahkan manusia dari Tuhan Yesus selama manusia itu berada dalam kasih dan penyertaan Tuhan.

Injil Matius 13:31-33+44-52 (Biji Sesawi, harta terpendam dan Mutiara yang berharga).
Injil Matius ditulis di Siria antara th 72-85, untuk Jemaat di Siria yang berlatar-belakang Yahudi dan yang mengerti bahasa Siria serta Yunani. Injil ini tidak secara jelas menyebut siapa penulisnya, namun tradisi yang sangat tua menyebut penulisnya adalah Matius, si pemungut cukai. Tetapi bila direnungkan, nampaknya penulis Injil Matius bukanlah Matius Rasul Tuhan Yesus, hanya saja Injil ini bersumber pada pengajaran dan catatan-catatan yang dibuat oleh Matius Rasul Yesus. Injil Matius memberikan keterangan kepada orang-orang Yahudi atau mereka yang percaya kepada Taurat bahwa nubuatan tentang Mesias yang dijanjikan itu telah digenapi dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus hadir dengan memberikan pengajaran akan Kerajaan Sorga dengan berbagai macam aspek dan keberadaannya. Tuhan Yesus menggambarkan dan mengajarkan tentang Kerajaan Sorga adalah seumpama:
Biji Sesawi yang kecil, namun setelah bertumbuh menghasilkan sayur yang lebih besar dari jenis sayuran yang lain, bahkan bisa berpohon dimana burung dapat membuat sarang.
 Ragi adalah hal yang kecil namun bisa mengubah hal yang besar. Ragi itu bisa membuat perubahan yang luar biasa.
 Harta yang terpendam adalah yang nampak tidak kelihatan dan biasa-biasa saja bahkan cenderung tidak berharga, namun setelah digali ternyata menghasilkan berkat yang luar biasa.
 Pedagang yang mencari mutiara adalah hal yang sangat berharga dan sulit dicari serta keindahannya untuk selamanya sampai selamanya.
 Pukat yang dilabuhkan adalah alat yang indah yang dipakai untuk menjaring ikan dan memberikan pengharapan yang terus menerus.
Dari perumpamaan yang dipakai Tuhan Yesus untuk mejelaskan tentang Kerajaan Sorga, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Kerajaan Sorga adalah:
1. Hal yang nampaknya tidak kelihatan berharga, namun setelah digali dan dirawat mempunyai kekuatan dan harga yang besar dan luar biasa.
2. Hal yang mempunyai kekuatan untuk mengadakan perubahan menuju ke hal yang lebih baik.
3. Hal yang hanya dapat dilihat oleh hati yang bijaksana dan jernih.
4. Hal yang keindahannya baka atau kekal sepanjang masa yang tidak lekang oleh waktu dan cuaca.
5. Dari pengajaran Tuhan Yesus itu Matius mengajak umat Allah untuk bertindak bijaksana dan hidup memilih Tuhan Yesus Kristus.

Harmonisasi Bacaan
Kerajaan Sorga adalah hal yang sederhana, mempunyai kekuatan yang besar, dan menjadikan orang berpengharapan. Hal yang demikian itu dapat kita pahami bila kita dengan rendah hati mengakui bahwa hanya Allah saja yang bisa menjelaskan secara benar dan gamblang. Kita yang menjadi umat pilihan-Nya dapat memlihat dan menerima Kerajaan Sorga bila kita dengan rendah hati melakukan dan percaya bahwa ketetapan, peraturan, dan Hukum Tuhan itu ya dan amin. Salomo yang dipanggil dan dipilih oleh Tuhan untuk menjadi raja Israel menggantikan Daud ayahnya juga menyadari bahwa sebenarnya yang utama adalah mengemban amanat Kerajaan Sorga. Salomo meyakini bahwa Israel dipilih supaya bangsa-bangsa lain mendapat berkat, sebagai wujud kehadiran yang nyata dari Kerajaan Sorga. Oleh karena itu ketika panggilan untuk menjadi raja bagi Israel datang dipahami oleh Salomo bahwa pekerjaan dan pelayanannya, bahkan kehadiran Israel harus dengan sungguh menjadi kehadiran Kerajaan Sorga. Keyakinan ini nyata ketika Salomo hanya meminta roh dan hati yang bijaksana untuk menimbang segala perkara. Hal yang demikian juga nampak dalam keyakinan Rasul Paulus bahwa Tuhan yang telah memilih Israel tidak akan pernah ingkar janji dan meninggalkan, namun sebaliknya akan terus menyertai dan mewujudkan janji itu. Paulus memahami segala perkara yang dialami, termasuk juga yang dialami oleh umat Israel, didalamnya Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan, bahkan juga Tuhan Allah akan senantiasa menjadi pembela bagi umat pilihan-Nya. Jika kita menyadari hal yang demikian ini, maka kita akan memilih yang terbaik dan yang utama dalam menjalani hidup ini, yakni memilih Kerajaan Sorga dan untuk sekarang ini Kerajaan Sorga nyata hadir dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Keputusan akan pilihan yang demikian inilah keputusan dari Hati yang bijakasana.

Pokok dan Arah Pewartaan
Melalui bacaan kita ini jemaat diajak mempercayai dan melihat hal-hal sebagai berikut:
 Bahwa Kerajaan Allah adalah hal yang sederhana, hanya dapat diterima dengan bimbingan Roh Kudus, dan dapat melakukan perubahan yang besar.
 Bahwa jemaat harus yakin bahwa Allah senantiasa merancang indah kehidupan kita dan terus bekerja melalui segala hal yang terjadi dalam hidup kita untuk mendatangkan kebaikan bagi kita umat pilihan-Nya.
 Bahwa jemaat harus dengan rendah hati berserah kepada Tuhan dan dengan sungguh-sungguh melakukan ketetapan, peraturan, dan hukum Tuhan.
 Bahwa jemaat dengan senantiasa mau dan mempersilakan Roh Kudus memimpin hidupnya, sehingga senantiasa merasakan kehadiran berkat Tuhan.
 Bahwa jemaat dalam segala pergumulan yang dihadapi haruslah dapat memilih dan menempatkan Tuhan Yesus sebagai yang utama, sehingga kehidupan jemaat Tuhan senantiasa menampakkan kehadiran Kerajaan Sorga.

 Khotbah Jangkep

Saudara yang dikasihi Tuhan,
S
etiap umat kepunyaan Allah senantiasa meyakini bahwa kasih dan penyertaan Allah terhadap umat-Nya sungguh luar biasa. Pemazmur dengan rendah hati menerima panggilannya dan memohon kepada Tuhan kiranya diberi kemampuan untuk melakukan semua kehendak Tuhan, baik itu hukum, peraturan, maupun ketetapan-Nya. Kita juga yakin bahwa Allah merancang indah hidup kita ini, karena itulah dalam segala hal Allah pasti turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi-Nya. Bagi kita hari ini akan bijaksana kalau kita mau berjalan bersama dengan Tuhan Yesus. Pengakuan dan tindakan kita yang mau terus berjalan bersama Tuhan Yesus, serta dengan rendah hati mau dipimpin oleh kuasa Roh Kudus adalah perwujudan dari hati yang bijaksana, sebagai sebuah wujud nyata kehadiran Kerajaan Sorga didunia ini. Kita sebagai jemaat harus meyakini bahwa Tuhan berkenan memakai kita untuk kehadiran Kerajaan Sorga. Mengapa demikian? Kita yakin bahwa kehadiran dan kedatangan Tuhan Yesus adalah kehadiran Kerajaan Sorga, maka jika kita hari ini dipanggil dan dipilih untuk menjadi anggota Kerajaan Sorga didalam Kristus Yesus, itu berarti melalui segala pergumulan dan kenyataan hidup kita berusaha menampakkan tanda-tanda kehadiran Kerajaan Sorga.

Saudara yang dikasihi Tuhan,
Jika pada hari ini kita mengambil judul dan tema ”Berikanlah Kami Hati yang Bijaksana”, itu berarti:

1. Kita Mengakui dan Percaya, bahwa Allah adalah Pembela kita.
Dimana Roh Allah bekerja disitu roh setan juga bekerja. Artinya bila Roh Allah bekerja untuk melindungi dan memampukan umat melakukan yang terbaik, maka roh setan akan bekerja sebaliknya bahkan jika mungkin setan akan menjauhkan kita dari Allah, sehingga kita malah berpihak dan lebih percaya kepada setan. Di sisi lain kita sebagai umat Allah akan juga berhadapan dengan ancaman dan pencobaan baik yang datang dari dalam diri kita sendiri karena kelemahan-kelemahan kita maupun yang datang dari luar. Pemazmur dengan jelas memberikan contoh bahwa semua itu akan bisa dihadapi dan pemazmur akan keluar sebagai pemenang bila pemazmur senantiasa berserah kepada Allah. Bahkan pemazmur menghayati Allah adalah pembelanya. Hal yang sama juga diyakini oleh Rasul Paulus, bahwa dalam segala pergumulan yang dihadapi Paulus senantiasa meyakini akan kehadiran Tuhan. Disini berarti Allah akan senantiasa menjadi pembela dan sumber kekuatan serta berkat dalam segala pelayanan yang dilakukan. Demikian juga kita sebagai umat pilihan Allah juga meyakini bahwa Allah adalah pembela kita. Ingat akan apa yang dikatakan Tuhan: Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? (Roma 8:31b). Ketika kita sedang berhadapan dengan pencobaan hidup ataupun berbagai macam pergumulan yang berat, ingatlah bahwa Allah ada dipihak kita. Tuhan Allah tidak akan membiarkan kita jatuh dan hancur. Marilah kita sebagai umat yang setia, kita senantiasa berserah kepada Tuhan karena Tuhan adalah pembela yang agung bagi kita, keyakinan dan kepercayaan akan Allah yang bertindak sebagai pembela dan Penebus akan terus terwujud dalam segala pelayanan dan pekerjaan kita. Itu berarti dalam segala hal kita:
Tidak akan takut dan kawatir menjalani hidup ini dengan segala pergumulannya, karena kita yakin Tuhan Allah menjadi pembela kita. Jika Allah itu pembela berarti masa depan kita juga dijamin kepastiannya.
Kita akan terus berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan yang mengedepankan kebenaran dan keadilan.
Akan senantiasa berjuang dengan mengedepankan kejujuran, kesetiaan, dan integritas yang kokoh.
Tetap bertahan pada iman percaya kita kepada Allah didalam Tuhan Yesus Kristus.
Dengan melihat kenyataan di atas, maka kita yang sudah menjadi milik Tuhan Yesus dan menjadi anggota Kerajaan Sorga, kita percaya bahwa Tuhan Allah senantiasa berkenan memakai kita untuk menjadi garam dan ragi yang bentuk dan wujudnya kecil serta sederhana, tetapi dapat membuat semua menjadi enak sehingga bisa menumbuhkan perubahan yang besar menuju kesempurnaan tubuh Kristus. Dalam segala perkara kita tidak akan kehilangan kasih Tuhan Yesus Kristus.

2. Dalam kerendahan hati kita menjawab panggilan Tuhan.
Seperti halnya Salomo yang masih sangat muda ketika diteguhkan menjadi raja, ternyata ia tidak bertindak yang adigang-adigung, juga tidak bertindak aji-mumpung, dan salomo juga tidak bertindak merasa bisa, tetapi dengan rendah hati mengakui segala kelemahannya, bahkan mengakui kemudaannya itu sebagai hal yang bisa menyebabkan tindakan yang salah. Karena itulah ketika Tuhan menyapa Salomo dalam mimpi dan mempersilakan Salomo untuk meminta apa saja yang diinginkan, Salomo tidak menggunakan kesempatan itu untuk kepentingan pribadinya dengan minta yang ini dan yang itu, atau minta kekayaan, ataupun meminta yang lain, tetapi justru meminta yang paling mendasar dan pokok untuk bisa menjalankan tugas sebagai raja. Sikap dan tindakan Salomo seperti itu merupakan sikap dan tindakan Salomo yang dengan rendah hati menjawab ya atas panggilan Tuhan itu. Hal yang demikian kiranya juga terjadi dalam kehidupan kita saat ini. Kita umat Allah dipanggil untuk menjadi saksi Tuhan dimana pun kita ditempatkan, baik itu di tengah masyarakat maupun di tengah pekerjaan kita. Jika kita ditempatkan Tuhan di suatu tempat ataupun kita menerima pekerjaan haruslah itu kita pahami bahwa itu semua adalah berkat Tuhan yang besar, karena itu marilah dengan rendah hati kita menerima dan menjalaninya, sehingga kita terhindar dari perbuatan-perbuatan yang melawan Tuhan. Bahkan juga kalau kita dengan rendah hati menerima panggilan Tuhan itu, maka aka nada banyak orang yang bersukacita karena merasa mendapat berkat karena kita. Di sisi lain kita juga yakin bahwa Tuhan pasti memberikan berkat yang khusus dan khas. Kerendahan hati yang kita lakukan akan menghindarkan kita dari perbuatan aji mumpung, sehingga kita terhindar dari perbuatan yang mencuri. Kerendahan hati juga akan menghindarkan kita dari sikap dan perbuatan yang sok kuasa, sehingga kita tidak akan merampas hak orang lain. Kerendahan hati juga menghindarkan kita dari perbuatan sok berada/kaya, sehingga menghindarkan dari tindakan yang menyingkirkan orang lain karena suap. Kerendahan hati juga merupakan tindakan yang berserah kepada Tuhan, sehingga setia dalam pekerjaan dan perbuatan yang kita lakukan, kita mempersilakan Tuhan untuk memimpin dan memerintah. Kerendahan hati adalah sikap yang mau bersyukur terhadap segala sesuatu yang kita terima, sehingga kita melakukan karya dan pelayanan dengan sukacita dan memuliakan Tuhan.

3. Hati yang bijaksana adalah hati yang mau dipimpin oleh Roh Kudus
Perjumpaan Salomo dengan Tuhan dalam sebuah mimpi, tentu harus dipahami sebagai sebuah perjumpaan dalam Roh. Perjumpaan itu juga menunjukkan kepada kita bahwa Allah senantiasa menyertai, melindungi, dan menjamin keberhasilan umat yang menjadi pilihan-Nya Bahkan Rasul Paulus dengan sangat indah memahami penyertaan Allah itu sebagai hal yang menjadi sebuah kemestian, bahkan dalam segala situasi yang sedang terjadi dalam hidup manusia pun Allah turut hadir untuk menunjukkan kuasa dan kebaikan-Nya serta umat merasakan sukacita Allah. “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8: 28 ). Untuk bisa memahami dan mengerti maksud kehadiran Allah seperti pada Roma 8:28 diperlukan hati yang bijaksana dan hati yang bijaksana adalah hati yang dipimpin oleh Roh Kudus. Jadi penyertaan dan pimpinan Roh Kudus akan memampukan seseorang untuk memahami dan mengerti maksud dan tujuan Allah dalam kehidupan seseorang. Di sisi lain hati yang dipimpin oleh Roh Kudus adalah hati yang memilih Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Keputusan ini merupakan keputusan hati yang bijaksana, yang memilih Tuhan Yesus. Itu berarti memilih Kerajaan Sorga.
Saudara yang dikasihi Tuhan.
Tuhan Yesus memberikan sebuah penggambaran/perumpamaan tentang Kerajaan Sorga dengan hal-hal sebagai berikut :
Bagai biji sesawi-Kerajaan Sorga sering nampak kecil dan tidak berarti, bahkan nampak lemah dan tak berdaya, namun mempunyai daya hidup yang luar biasa dan bahkan bisa menjadi pohon yang luar biasa pula.
Bagai ragi-yang nampak kecil dan sederhana ternyata mempunyai kekuatan untuk mengubah sesuatu hal yang sangat luar biasa.
Bagai harta yang terpendam-sering juga harta yang terpendam itu tidak nampak keindahan dan keelokannya, sehingga tidak banyak orang yang mengetahui bahwa itu sangat berharga, padahal sebenarnya harta itu mempunyai nilai dan harga yang tak terhingga.
Bagai mutiara yang indah-itu berarti Kerajaan Sorga adalah harta yang sulit dicari dan mempunyai nilai serta keindahan yang tiada tara.
Bagai pukat/jala-yang dapat untuk mencari ikan di laut yang dapat menjaring yang banyak.
Hal yang sama juga terjadi dalam hidup kita, bila kita menjadi anggota Kerajaan Sorga, maka hidup kita akan berdaya hidup yang besar, sehingga bisa berfungsi bagi banyak orang
Mempunyai kekuatan untuk mengubah dari hal yang negative menjadi hal positif. Sangat berharga dan berdaya guna yang besar. Mempunyai keindahan yang tidak ternilai. Menjadi alat yang dapat menghasilkan hal yang besar. Semua hal itu akan bisa terjadi apabila kita mau dipimpin oleh Roh Kudus. Marilah kita sebagai umat tebusan Tuhan Yesus senantiasa mau dipimpin oleh Roh Kudus, sehingga kita dimampukan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang besar. Amin!

 Rancangan Bacaan Alkitab:
Berita Anugerah : Amos 5 : 4 – 6a
Petunjuk Hidup Baru : Amsal 30 : 5 – 9
Nats Persembahan : Mazmur 116 : 12 – 14

 Rancangan Nyanyian Pujian :
Nyanyian Pembuka : KJ. 397 : 1 – 2
Nyanyian Penyesalan : KJ. 397 : 3 – 4
Nyanyian Kesanggupan : KJ. 33 : 1 + 3 – 4
Nyanyian Persembahan : KJ. 393 : 1 –
Nyanyian Penutup : KJ. 396 : 1 + 3

khotbah Jangkep Minggu, 24 Juli 2011
Pekan Biasa Kaping Pitulas (Ijo)

KAWULA MUGI KAPARINGANA MANAH INGKANG WICAKSANA

Waosan I : I Para Raja 3:5-12 ; Tanggapan: Jabur 119:129–136;
Waosan II: Rum 8:26–39 ; Waosan III: Injil Mateus 13:31–33; 44–52

 Khotbah Jangkep

Para sedherek ingkang kinasih,
S
aben tiyang para kagunganipun Gusti Allah sami ngakeni tuwin pitados bilih pangreksanipun Gusti Allah dhateng para kagunganipun punika ageng saha ngedab-edhabi. Juru Mazmur kanthi manah ingkang andhap asor nyenyuwun wonten ngarsanipun Gusti supados dipun paringi manah saha kekiyatan kangge nindakaken sedaya angger-anggeripun, pranatanipun Gusti. Makaten ugi kita, kita ugi tansah pitados bilih kita kabereg lan kaparingan kekiyatan kangge nindakaken sadaya karsanipun Gusti. Kita ugi pitados bilih Gusti Allah angrancang endah dhateng sadaya gesang kita, awit saking punika wonten ing sadaya prakawis Gusti Allah tansah nunggil kaliyan kita murih sae lan endahing gesang kita. Krana punika ugi langkung endah bilih menawi kita purun sami tansah mlampah miturut sihipun Gusti Yesus, sarta kanthi andhap asor kita sami purun kapimpin dening Sang Roh Suci. Lah punika minangka wujuding manah ingkang wicaksana lan wujuding rawuhipun Kratoning Swarga wonten ing jagad. Kita minangka pasamuwanipun Gusti ugi kedah pitados bilih Gusti Allah sampun kepareng ngagem kita kangge wujuding Kratoning Swarga wonten jagad punika. Kenging punapa makaten? kita pitados bilih rawuhipun Gusti Yesus wonten ing jagad punika minangka rawuhing Kratoning Swarga wonten jagad, mila menawi ing dinten punika kita tinimbalan lan pinilih dados putraning Allah wonten Gusti Yesus Kristus, ateges wonten ing sadaya kawon tenan gesang kita kedah ngatingalaken tanda-tanda rawuhing Kratoning Swarga.
Para sedherek ingkang kinasih, Menawi ing dinten punika kita sami mendhet jejer/tema: KAWULA MUGI KAPARINGANA MANAH INGKANG WICAKSANA, punika ateges:
Kita sami tansah pitados bilih Gusti Allah punika ingkang mbelani kita.
Kita sami mangertos bilih ing pundi Roh Suci makarya paring panuntun dhateng manungsa ing ngriku kita sami mangertos bilih roh pepeteng ugi makarya kangge nasaraken manungsa. Tegesipun menawi Roh Suci makarya saperlu paring kekiyatan dhateng manungsa kangge tumindak ingkang sae saha leres, mila roh pepeteng ugi makarya kangge ndhatengaken prakawis ingkang awon malah ugi saged nebihaken kita saking Gusti Allah, satemah kita sami tumindak ingkang berpihak dhateng roh pepeteng/setan punika. Ing sisih sanes kita minangka para kagunganipun Gusti Allah ugi badhe aben ajeng kaliyan pacoben sae ingkang saking nglebet diri kita piyambah minangka karingkihan lan kasekengan kita lan ugi ingkang dhatengipun saking pihak luar. Pemazmur/Juru Mazmur kanthi cetha paring katerangan lan paseksen bilih punika badhe saged dipun adhepi lan pemazmur badhe tansah mimpang. Kawontenan ingkang makaten punika ugi tansah dipun pitadosi dening Rasul Paulus bilih wonten ing sadaya prakawis Rasul Paulus tansah kinanthenan dening Gusti Allah. Ing ngriki ateges Gusti Allah tumindak minangka pangayom saking sadaya peladosanipun. Punika kacetha wonten ing II Korinta 4:8 – 9 – ”Mungguhing samubarang aku iki padha katindhes, nanging ora kejepit; aku padha kentekan akal, nanging ora kelangan pengarep-arep; aku padha dikuya-kuya, nanging ora ditinggal mijen; aku padha kabanting, nanging ora nemu bilai.” Makaten ugi kangge kita ing dinten punika. Kita asring ngalami lan aben ajeng kados dene Rasul Paulus, nanging kita pitados bilih Gusti Allah boten badhe negakaken kita, malah Gusti Allah sampun karsa dados pembela kita. Ruma 8:31 ”…… menawa Gusti Allah ana ing pihak kita, sapa kang bakal nglawan kita?” Menawi kita nembe aben ajeng kaliyan mawerni-werni pacoben saha awrating gesang, sumangga kita sami kemutan lan pitados bilih Gusti Allah tansah dados pembela kita, lan Gusti Allah tansah wonten ing pihak kita. Gusti boten badhe negakaken kita piyambakan temah dados pejah, mila sumangga kita minangka umat kagunganipun Gusti ingkang setya punika, kita tansah pasrah sumarah wonten ngarsanipun Gusti ingkang Maha agung saha maha asih. Sikap pasrah punika katingal wonten ing satengahing peladosan saha pedamel kita, kadas ta:
Boten badhe ajrih lan kuwatos nglampahi gesang padintenan punika awit kita pitados bilih Gusti Allah wonten ing Sang Kristus tansah tumindak minangka pihak ingkang mbelani kita. ”… Menawa Gusti Allah ana ing pihak kita, sapa kang bakal nglawan kita?”
Kita badhe tansah lumampah kanthi sikep ingkang nengenaken kejujuran, kaadilan, lan kasetyan. Kita tetep kukuh ing kapitadosan kita bilih Gusti Yesus punika Juruwilujeng kita lan kita boten badhe selak/nilar Gusti Yesus Kristus.
Kanthi kawontenan ing ngajeng punika kita ingkang sampun dados brayatipun Gusti Allah inggih ugi brayat Kratoning Swarga pitados bilih:
 Gusti Allah karsa ngagem kita saperlu dados sarem lan ragi ingkang wujudipun alit ananging ingkang saged ndadosaken sadaya sami eca temah nuwuhaken ewah-ewahan ingkang ageng tumuju dhateng kasampurnaning sariranipun Sang Kristus.
 Wonten sadaya prakawis kita boten badhe kapedhotan katresnan saking Gusti kita Yesus Kristus.
 Kanthi manah ingkang andhap-asor, kita ngaturaken wangsulan dhateng timbalanipun Gusti.
Kados dene Sang Prabu Soleman ingkang taksih nem sanget nalika katetepaken minangka raja ing Israel, kasunyatanipun Sang Prabu Soleman boten tumindak adigang lan adigung, sapa sira. lan sapa ingsung. Soleman boten ngginakaken aji mumpung, ananging kanthi manah ingkang kebak andhap asor ngakeni sadaya karingkihan lan kasekenganipun, malah ngakeni bilih krana taksih nem punika ingkang asring njalari Soleman tumindak lepat. Krana punika nalika Gusti Allah ndangu dhateng Soleman wonten ing pangimpen, Soleman boten ngginakan wewengan punika kangge nguja hawa nepsunipun kanthi nyuwun ingkang aneh-aneh, malah kosok wangsulipun Soleman nyuwun ingkang prasaja, inggih punika manah ingkang wicaksana, ingkang saged nimbang sadaya prakawis, temah Soleman saged nindakaken timbalan minangka raja ing Israel. Sikap lan tindakan Soleman ingkang makaten punika minangka wujuding manah ingkang andhap asor nampi timbalan minangka raja. Prakawis ingkang makaten punika wau ugi saged kedadosan wonten ing gesang kita. Kita minangka umat ingkang katimbalan dados seksinipun Gusti Allah, wonten ing pundi kemawon kita kapapanaken. Menawi kita kapapanaken Gusti wonten satengahing masyarakat utawi sampun kepareng nampi pedamelan, punika minangka wujuding berkah ingkang ageng. Kita sami nampeni kanthi manah ingkang andhap asor.
Para sedherek,
Menawi kita kanthi andhap asor nampi timbalanipun Gusti, mila lajeng kathah tiyang ingkang saged ngraosaken berkahipun Gusti awit saking peladosan kita punika. Kathah tiyang ingkang sami ngraosaken kabingahan awit saking peladosan kita. Sikap lan tindakan andhap asor badhe ndadosaken kita langkung setya lan jujur, temah kita kalis saking tumindak ingkang aji mumpung, kumawasa, lan gumunggung.
Para kinasih, punapa ta wujuding kita kanthi andhap asor kangge nampi timbalanipun Gusti Allah? Prasaja kemawon, inggih punika kita boten badhe tumindak ingkang aneh-aneh, temah ndadosaken kucem asmanipun Gusti. Kanthi manah ingkang tinarbuka nampi panuntuning Sang Roh Suci lan kanthi makaten ugi kita purun nampi sedaya pepenget, pameleh, lan pitedah saking sok sintena kemawon.Badhe tansah setya nindakaken sadaya pakaryan kanthi jujur lan pasrah wonten ing ngarsanipun Gusti. Kanthi manah ingkang kebak raos sokur lan suka bingah nglampahi sadaya pedamelan lan peladosan minangka wujuding berkahing Gusti. Kita sami sumadya kapimpin dening Roh Suci.
Para kinasih, pepanggihanipun Sang Prabu Soleman kaliyan Gusti Allah wonten ing salebeting pangimpen temtu kedah kita tampeni bilih pepanggihan punika minangka pepanggihan wonten ing Roh. Pepanggihan punika ugi nedahaken dhateng kita bilih Gusti Allah tansah paring pitulungan, paring pangayoman, lan paring panuntun dhateng kita temah sadaya ingkang kita tindakaken punika badhe kasil. Malah Rasul Paulus kanthi andhap asor ngraosaken lan nampeni sadaya punika minangka satunggaling bab ingkang boten saged dipun selaki, temah Rasul Paulus pitados bilih wonten ing sadaya prakawis Gusti Allah tansah nunggil kaliyan gesangipun manungsa. Punika kacetha saking: ”saiki kita padha sumurup yen Gusti Allah uga makarya ana ing samubarang kabeh, njalari becike wong kang padha tresna marang Panjenengane, yaiku para kang tinimbalan miturut ing pepesthening Allah.” ( Rum 8:28). Kangge mangertosi kanthi yektos tujuwan nunggilipun Gusti Allah wonten ing sadaya prakawis gesang kita, kita kedah anggadhahi manah ingkang wicaksana. Lan manah ingkang wicaksana punika saged kita tampeni menawi kita purun kanthi andhap asor katuntun dening Sang Roh Suci. Dados panunggiling Sang Roh Suci wonten ing gesangipun manungsa punika ingkang nyagedaken kita para manungsa kangge mangertosi punapa ta karsanipun Gusti Allah wonten ing salebeting gesangipun manungsa. Ing sisih sanes kita katuntun murih tansah miji lan milih Gusti Yesus minangka Juruwilujeng kita ingkang sejatos. Keputusan ndherek Gusti Yesus minangka keputusan ingkang wicaksana, minangka keputusan ingkang katuntun lan kapimpin dening Sang Roh Suci. Ateges ugi kita sampun kadadosaken brayating Kratoning Swarga.
Para sedherek ingkang kinasih,
Menawi kita punika minangka brayat Kratoning Swarga, kados pundi patrapipun wonten gesang kita padintenan punika? Prasaja kemawon, menawi kita kadosdene wiji sawi, katingal alit lan boten wonten aosipun, malah katingal ringkih lan boten anggadhahi daya, ananging saged ngedalaken wong ingkang ageng saha ngedab-edabi. Ragi, alit lan prasaja nanging anggadhahi kekiyatan ingkang ageng kangge ngawontenaken ewah-ewahan. Raja brana ingkang kapendhem, ingkang katingal awon lan boten wonten ajinipun ananging estunipun anggadhahi aji ingkang inggil sanget. Mutyara ingkang endah, ateges kita kedah ngatingalaken kaendahan lan peladosan ingkang beda kaliyan sanesipun lan ugi tansah langgeng,
Krakad (jaring ingkang ageng), ateges kita minangka piranti ingkang saged kangge njaring lan ngedalaken woh ingkang kathah. Ing samangke sumangga kita sami nilingaken sadaya punika. Punapa kita ugi sampun wujudaken brayat Kratoning Swarga ingkang tansah katuntun dening Sang Roh Suci? Menawi inggih mila kita badhe anggadhahi daya lan semangat ingkang ageng, temah kita migunani kangge tiyang kathah. Anggadhahi kekiyatan lan semangat kangge ngwontenaken ewah-ewahan tumrap prakawis-prakawis ingkang awon dados ingkang prayogi lan sae. Anggadhahi makna, pangaji, lan kaendahan ingkang tansah sumorot temah saged ngedalaken woh ingkang langgeng.
Para kinasih, Sadaya punika badhe saged kalampahan menawi kita purun katuntun dening sang Roh Suci. Sumangga kita sami sumadya tansah katuntun dening Sang Roh Suci, Amin!

 Rancangan Waosan Kitab Suci:
Pawartos Sih Rahmat : Amos 5 : 4 – 6a
Pitedah Gesang Anyar : Wulang bebasan 30 : 5 – 9
Nats Pisungsung : Jabur 116 : 12 – 14

 Rancangan Kidung Pamuji :
Kidung Pambuka : KJ. no. 29 : 1 + 4
Kidung Panelangsa : KJ. no. 38 : 1 – 3
Kidung Kesanggeman : KJ. no. 43 : 1 – 3
Kidung Pisungsung : KJ. no. 132 : 1 – 3
Kidung Penutup : KJ. no. 61 : 1 – 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: